Search This Blog

Friday, May 01, 2020

Hiring people with character


Saya pernah ditanya atasan saya, “What are you looking for when you’re hiring someone?”
Pertanyaan ini simple, tapi besar pengaruhnya.

Human Resource sebenarnya bukan ranah saya. Kebanyakan pengalaman saya adalah di bidang Sales dan Operasional. Tapi menurut saya, semua bidang sama saja. Ala bisa karena biasa. Di perusahaan tempat saya bekerja, tim kami hanya 9 orang, termasuk atasan saya, jadi saling bantu pekerjaan sudah menjadi makanan sehari-hari.

Menjawab pertanyaan diatas, saya percaya karakter adalah jawabannya. Seseorang yang berkarakter adalah yang selalu saya inginkan untuk menjadi rekan kerja saya. Saya percaya bahwa skill dan knowledge itu bisa saja dipelajari dengan mudah kalau orang tersebut memiliki karakter yang kuat.

Selama saya bekerja di bidang Sales dan Operasional, saya banyak bertemu orang dengan beragam karakter. Manusia memang unik. Cara berpikir antar 1 orang dengan orang lainnya bisa jadi berbeda. Perbedaan ini sah-sah saja.

Pertanyaan selanjutnya adalah karakter seperti apakah yang banyak dicari oleh perusahaan? Jawabannya menurut saya adalah tergantung value perusahaan. Disinilah diperlukan kejujuran dan kebesaran hati dari kedua belah pihak, perusahaan dan pencari kerja. Perusahaan harus jujur terhadap value mereka karena dari sanalah mereka bisa menentukan karakter yang cocok agar mereka tetap konsisten pada value mereka. Di lain pihak, pencari kerjapun perlu jujur dan berbesar hati mengungkapkan value mereka terhadap perusahaan pada saat proses rekrutmen.

Kebanyakan dari pencari kerja kecewa, jika mereka tidak lolos dari proses rekrutmen. Ini yang tidak boleh. Perlu diingat, proses rekrutmen ini proses pengenalan 2 arah. Proses perusahaan mengenal pencari kerja, dan juga proses pencari kerja mengenal perusahaan. Kira-kira mirip lah dengan pada saat kita mencari pasangan hidup. Pekerjaan pun jodoh.
Jadi kalau tidak cocok, untuk apa dipaksakan?

Pada setiap proses interview saya, saya selalu katakan pada para pencari kerja, “Kamu harus sadar, pada saat kamu hadir didepan saya, itu berarti kamu siap untuk 2 hal : untuk diterima dan tidak diterima. Kalau kamu diterima, itu artinya kamu harus berusaha untuk menjadi karyawan yang baik. Tapi kalau kamu tidak diterima, itu artinya kamu harus berusaha memantapkan diri kamu lagi.”

Diterima artinya si pencari kerja harus berusaha memenuhi tuntutan value perusahaan. Tidak diterima berarti belum jodoh.
Karena belum jodoh, carilah jodohmu.
Carilah perusahaan dengan value yang cocok dengan karaktermu.

Wassalam.

No comments: